Aneh tapi nyata “Pelayan bancaan uang majikan”

Alkisah…disebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja..  

Lahirnya PP 37/2006 tentang tunjangan dana komunikasi dan operasioanal DPR/DPRD yang berlaku surut sehinggan harus dirapel dari bulan januari 2006 merupakan cerminan betapa tidak pekanya elit-elit negeri ini. sedangkan  DPR bak mendapatkan durian runtuh dengan meningkatnya pendapatan mereka yang fantastis, sementara pemerintah juga tidak peka terhadap kondisi rakyat. Tidak mengherankan jika dengan tanpa malu para wakil rakyat tersebut berdemo menuntut diberlakukannya PP 37/2006, karena ini adalah kesempatan melakukan korupsi yang dilegalkan.

Sementara rakyat diberbagai pelosok negeri ini menjerit karena harga beras melambung tinggi sampai pada kisaran Rp. 6000,- perliter. Ratusan orang rela berdesakan untuk antre dan berebut beras murah yang digelar melalui bak truk terbuka.  Alangkah ironisnya kondisi negeri ini,  barangkali hati nurani sudah mati sebagai gambaran ditengah penderitaan rakyat elit-elite politik yang seharusnya jadi pelayan rakyat justru bancaan uangnya majikan (rakyat).

5 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    mulyo berkata,

    Bagus, terus dilanjutkan, selamat !

  2. 3

    zairo berkata,

    kita ikut bancaan aja yok, sama mereka??????

  3. 4

    insansaja berkata,

    wah nanti bisa kualat lagi !!!!

  4. 5

    kawansyam berkata,

    Hehe…
    memang kasihan nasib para pelayan itu.
    Beli voucher pulsa ponsel saja harus minta negara.
    Tentang biaya operasi itu sebenarnya penting, pasti mereka sakit parah semua, sampai-sampai butuh uang operasi segala. Operasi tumor otak mungkin.
    Sayangnya, kalau tak salah ajuan untuk beli pulsa dan biaya operasi itu batal, bukan? Kasihan…

    Ya Allah, sembuhkanlah mereka, dan limpahilah mereka dengan sms gratis, supay tak usah menggerogoti negara lagi.

    Halah!


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda