Alkisah…disebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja..
Lahirnya PP 37/2006 tentang tunjangan dana komunikasi dan operasioanal DPR/DPRD yang berlaku surut sehinggan harus dirapel dari bulan januari 2006 merupakan cerminan betapa tidak pekanya elit-elit negeri ini. sedangkan DPR bak mendapatkan durian runtuh dengan meningkatnya pendapatan mereka yang fantastis, sementara pemerintah juga tidak peka terhadap kondisi rakyat. Tidak mengherankan jika dengan tanpa malu para wakil rakyat tersebut berdemo menuntut diberlakukannya PP 37/2006, karena ini adalah kesempatan melakukan korupsi yang dilegalkan.
Sementara rakyat diberbagai pelosok negeri ini menjerit karena harga beras melambung tinggi sampai pada kisaran Rp. 6000,- perliter. Ratusan orang rela berdesakan untuk antre dan berebut beras murah yang digelar melalui bak truk terbuka. Alangkah ironisnya kondisi negeri ini, barangkali hati nurani sudah mati sebagai gambaran ditengah penderitaan rakyat elit-elite politik yang seharusnya jadi pelayan rakyat justru bancaan uangnya majikan (rakyat).
mulyo berkata,
Februari 15, 2007 @ 4:03 am
Bagus, terus dilanjutkan, selamat !
insansaja berkata,
Februari 15, 2007 @ 4:28 am
ok, sip
zairo berkata,
Februari 15, 2007 @ 4:32 am
kita ikut bancaan aja yok, sama mereka??????
insansaja berkata,
Februari 15, 2007 @ 4:37 am
wah nanti bisa kualat lagi !!!!
kawansyam berkata,
Agustus 25, 2007 @ 10:46 am
Hehe…
memang kasihan nasib para pelayan itu.
Beli voucher pulsa ponsel saja harus minta negara.
Tentang biaya operasi itu sebenarnya penting, pasti mereka sakit parah semua, sampai-sampai butuh uang operasi segala. Operasi tumor otak mungkin.
Sayangnya, kalau tak salah ajuan untuk beli pulsa dan biaya operasi itu batal, bukan? Kasihan…
Ya Allah, sembuhkanlah mereka, dan limpahilah mereka dengan sms gratis, supay tak usah menggerogoti negara lagi.
Halah!